Menakar Kekuatan Kandidat Juara Piala Piala Dunia 2018, Brazil dan Spanyol Paling Ideal

Sbobetco.com Piala Dunia 2018 semakin dekat dan para pelatih terus disibukkan dengan memantau performa para pemain. Dengan periode turnamen yang sangat singkat, seorang pelatih harus bisa memaksimalkan potensi pemain yang dimilikinya agar selalu menghadirkan permainan terbaik di atas lapangan. Selain beban yang berat, sisi emosional pemain juga harus dijaga betul demi kesuksesan Piala Dunia. Tentu masih ingat dalam memori otak kita bagaimana Italia, Spanyol, dan Jerman berhasil menjadi jawara dalam 3 edisi Piala Dunia terakhir. Pelatih bekerja dengan baik dengan menurunkan pemain yang dianggap dalam kondisi terbaik.

Masih jelas pula dalam ingatan kita bagaimana Brazil kehilangan momentum setelah kehilangan Neymar di babak knock out Piala Dunia edisi sebelumnya. Cedera yang menghampiri Neymar pun memaksa Luis Felipe Scolari mengubah taktik Selacao hingga akhirnya harus menyerah di Semifinal dan dibantai Jerman dengan skor telak 1-7. Padahal kala itu Brazil merupakan tuan rumah turnamen. Kekalahan telak di depan pendukungnya sendiri tentu menjadi bencana nasional yang sulit untuk dilupakan. Tite, pelatih timnas Brazil saat ini, harus belajar banyak dari apa yang terjadi di era Scolari. Sepak bola merupakan kerjasama 11 pemain, bukan bergantung pada 1 pemain saja. Neymar memang pemain hebat. Tapi Tite butuh 10 pemain lain yang sama hebatnya di posisi masing-masing.

Beruntung bagi Tite, dalam pertandingan uji coba yang dilakukan pada akhir Maret silam, Brazil menjadi tim yang tampil apik. Kini mereka bisa membuktikan bahwa tanpa Neymar, Brazil pun mampu menghadirkan kemenangan. Rusia dan Jerman berhasil dikalahkan dalam pertandingan uji coba tersebut. Tanpa Neymar, Tite membuktikan bahwa Brazil masih memiliki penyerang yang bisa menjadi sumber gol alternatif. Striker haus gol memang menjadi syarat mutlak bagi negara yang ingin menjadi jawara Piala Dunia 2018 nanti.

Portugal dan Argentina Punya Bom Waktu

Di kubu kontestan lain, Portugal masih bergantung pada Cristiano Ronaldo untuk membuka kesempatan dan mencetak gol. Dalam uji coba melawan Mesir, Ronaldo menjadi aktor dibalik kesuksesan Portugal. Hal yang sama pun terjadi pada Argentina yang justru takluk dari Italia. Dalam pertandingan tersebut, Jorge Sampaoli tidak menurunkan Lionel Messi dalam racikannya. Tentu saja ini menjadi indikasi kuat bahwa Portugal dan Argentina memiliki bom waktu dalam diri Ronaldo dan Messi. Tanpa mereka, masing-masing negara kesulitan untuk memenangkan pertandingan. Alhasil, harapan untuk menjadi jawara Piala Dunia pun bisa hancur di tengah turnamen.

Tanda tanya besar juga menyelimuti performa timnas Prancis dan Jerman. Dengan diisi talenta muda luar biasa, Prancis memiliki skuad yang merata. Namun sayangnya, pasukan didier Deschamps sempat takluk melawan Kolombia yang jauh di bawah kualitas Les Blues. Jerman yang disebut sebagai raja turnamen pun harus merasakan ganasnya perlawanan Spanyol di pertandingan uji coba.

Brazil dan Spanyol Paling Ideal

Catatan positif ditorehkan oleh timnas Spanyol yang terus konsisten mengamankan kemenangan. Tak hanya itu saja, La Furia Roja pun memiliki skuad yang hampir menuju sempurna. Berbeda dengan Portugal dan Argentina yang selalu bergantung pada satu sosok pemain, Spanyol memiliki permainan kolektif dimana setiap pemain memiliki peran yang sangat penting dalam setiap pertandingan.

Dengan sedikit waktu yang tersisa, sebaiknya setiap pelatih segera menemukan racikan formasi yang tepat untuk digunakan pada Piala Dunia 2018 nanti. Akankah Jerman berhasil mempertahankan gelarnya?

Agar Bisa Dibandingkan Dengan Maradona, Lionel Messi Harus Menjuarai Piala Dunia

Sbobetgg.com Lionel Messi merupakan salah satu pemain sepak bola terbaik di dunia saat ini, berbagai prestasi berhasil ia dapat selama berkarir menjadi pemain sepak bola. Lima gelar Ballon d’Or berhasil ia peroleh semasa karier nya. Dia juga berhasil meraih banyak gelar bersama klub nya Barcelona.

Namun, pencapaian Lionel Messi itu dikatakan belum bisa menyamai pencapaian dari legenda Argentina Diego Maradona. Untuk bisa selevel dengan Maradona, Messi diharuskan menjuarai Piala Dunia.

Saat ini Lionel Messi sudah berhasil menjuarai berbagai gelar mulai dari La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, hingga Piala Dunia Antarklub.

Akan tetapi, ada yang kurang dari gemilangnya prestasi Messi. Di level timnas, pemain berusia 30 tahun itu belum bisa menyumbang banyak trofi.

Setelah membawa Argentina juara Piala Dunia U-20 dan meraih emas di Olimpiade 2008, Messi kesulitan menyumbang trofi lagi untuk negaranya. Di Piala Dunia, raihan terbaiknya adalah runner-up edisi Piala Dunia 2014 usai kalah dari Jerman di final.

Sementara di Copa America, Messi dua kali gagal di final pada musim 2015 dan 2016. Messi bahkan sempat pensiun sebelum memutuskan kembali membela negaranya.

Eks pelatih timnas Argentina, Carlos Bilardo, menilai Messi belum bisa dikatakan selevel Maradona sebagai pesepakbola terbaik dunia. Pasalnya, Maradona bisa memberi trofi Piala Dunia untuk Argentina pada tahun 1986.

“Messi selalu dibanding-bandingkan dengan Maradona, untuk mencapai levelnya, dia harus membawa Piala Dunia ke Argentina,” kata Bilardo seperti dilansir Marca.

Messi jelas akan menjadi andalan Argentina di Piala Dunia 2018 yang berlangsung di Rusia pada 14 Juni hingga 15 Juli mendatang. Banyak diprediksi ajang itu menjadi kesempatan terakhir Messi untuk memberi Argentina trofi Piala Dunia.

Tottenham Hotspur Permalukan Chelsea di Stamford Bridge

Sbobetgg.comTottenham Hotspur berkunjung kemarkas Chelsea pada lanjutan pertandingan Liga Primer Inggris pekan ke-33. Pada laga melawan Chelsea ini Tottenham memberi kejutan dengan memetik kemenangan meyakinkan dengak skor 3-1 di Stamford Bridge pada Minggu (1/4/2018).

Laga seru yang bertajuk  Derbi London ini berlangsung dengan tempo permainan yang tinggi dimenit-menit awal babak pertama. Meski tempo sudah tinggi, kedua tim terlihat masih berhati-hati untuk saling membaca permainan. Alhasil, kedua tim belum ada yang mampu menciptakan peluang signifikan hingga memasuki menit ke-10.

Tottenham sempat tersentak di menit ke-19. Berawal dari serangan balik, Chelsea sempat mencetak gol lewat Marcos Alonso. Sayang, gol itu dianulir karena hakim garis mengangkat bendera tanda terjadinya offside.

Tim tamu harus berterima kasih kepada kiper Hugo Lloris. Di menit ke-28, ia melakukan penyelamatan penting saat menggagalkan peluang Moses. Itu adalah peluang terbaik yang dimiliki Chelsea.

Sayang, dua menit kemudian Lloris terpaksa memungut bola dari gawangnya sendiri. Moses kembali memberikan petaka dengan mengirimkan assist untuk dimaksimalkan Alvaro Morata lewat tandukannya.

Tottenham memiliki beberapa peluang untuk menyamakan skor. Salah satunya adalah aksi Dele Alli di menit ke-32 dan Christian Erikasn yang digagalkan Wilfried Caballero. Namun, upaya mereka akhirnya terbayar di menit ke-45+1.

Mendapat umpan dari Ben Davies, Eriksen melepaskan tendangan keras dari jarak yang cukup jauh. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-1.

Sebagai tuan rumah, tim besutan Antonio Conte langsung kembali menekan di awal babak kedua. Moses yang tampil atraktif di laga ini melepaskan tembakan di menit ke-47 yang masih bisa diblok.

Tottenham sempat meminta hadiah penalti di menit ke-53. Itu karena ada indikasi handball yang dilakukan Moses. Namun, wasit tak menganggap bahwa itu handball yang harus berbuah hadiah penalti.

Sayang, bukannya mencetak gol kedua, justru Chelsea harus kembali kebobolan di menit ke-62. Kali ini, umpan jauh Eric Dier dimanfaatkan Alli untuk menaklukkan Caballero. Tanpa butuh waktu lama, pemain muda asal Inggris ini kembali membuat publik Stamford Bridge terhenyak.

Ia mencetak gol kedua di menit ke-66 setelah menyambar bola liar hasil tendangan Son Heung-Min. Unggul 3-1 membuat Tottenham kian bersemangat untuk memenangkan pertandingan. Bahkan, pelatih Mauricio Pochettino berani memasukkan Harry Kane untuk menggantikan Son Heung-Min di menit ke-74.

Chelsea melakukan segala cara untuk mengejar ketertinggalan. Bahkan, mereka juga memasukkan Olivier Giroud untuk menggantikan Moses di menit ke-81. Namun, itu tak membawa banyak perubahan. Keunggulan 3-1 Tottenham bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil ini Tottenham Hotspur semakin mengukuhkan posisi di peringkat ke-4 klasemen Liga Inggris dengan mengoleksi 64 poin dari 31 pertandingan. Sedangkan Chelsea yang masih berada di posisi ke-5 klasemen Liga Inggris gagal memangkas poin dan sekarang berselisih 8 poin dari Tottenham di zona Liga Champions.

Bomber Muda Manchester United Ini DIprediksi Akan Bersinar di Piala Dunia 2018

 

Sbobetgg.com – Piala Dunia 2018 yang akan diselenggarakan di Prancis pada 14 Juni hingga 15 Juli 2018 nanti di Rusia. pada laga nanti banyak pemain muda yang akan berpartisipasi di perhelatan sepak bola terbesar di dunia itu. Beberapa pemain mudah diprediksikan akan bersinar di Piala Dunia 2018 di Rusia nanti.

Salah satunya ada pemain Manchester United,  Marcus Rashford.  Legenda Manchester United, David May memprediksikan bahwa pemain muda MU itu akan bersinar di Piala Dunia 2018 nanti bersama timnas Inggris.

Rashford sendiri memulai karier di timnas Inggris sejak 2016 silam. Ia bahkan dipercaya untuk ikut serta ke Euro 2016 oleh pelatih Roy Hodgson.

Sejak saat itu, Marcus Rashford menjadi salah satu langganan  di Tim Senior Inggris. Penyerang 20 tahun itu dimainkan sebagai starter melawan Timnas Belanda dan sebagai pemain pengganti pada pertandingan melawan Italia di jeda internasional kemarin.

May percaya bahwa Rashford akan tampil bagus pada Piala Dunia 2018 di Rusia nanti. “Berapa gol yang bisa diciptakan Rashford akan bergantung seberapa jauh Inggris melaju di Piala Dunia nanti,” ujar May kepada 888 Sport.

“Anda bisa lihat betapa besar potensinya di Euro 2016 kemarin. Ia selalu meneror sektor kanan pertahanan lawan meskipun ia mendapatkan jam bermain yang minim.”

“Jika dia diberi kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya di Piala Dunia 2018 nanti saya yakin dia akan mampu menjawab kesempatan yang diberikan kepadanya itu dan bisa menjadi bintang di Timnas Inggris pada Piala Dunia 2018 di Rusia nanti” ungkap mantan pemain Manchester United itu.